Palembang (04/07), Dalam rangka operasi pembasahan lahan gambut untuk pencegahan dan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada awal musim kemarau Tahun 2024, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) serta berbagai pihak terkait melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Sumatera Selatan mulai tanggal 04 Juli 2024. Kegiatan OMC ini secara prinsip diharapkan dapat mempertahankan level tingkat kebasahan lahan gambut pada level 40 cm dari lapisan permukaan tanah termasuk pengisian kantong – kantong air yang berada di lokasi sekat – sekat pengendalian karhutla.

Bertempat di Ruang Rapat Suryadharma Mako Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang telah dilaksanakan Pembukaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tahun 2024. Dibuka langsung oleh Plt. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Dr. Tri Handoko Seto, S.Si., M.Sc dan Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang, Kolonel Pnb Rizaldy Efranza, ST, M.N.S.S.

Disampaikan oleh Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang bahwa Provinsi Sumatera Selatan pernah mengalami Kebakaran Hutan dan Lahan hingga tahun 2023 yang lalu. Berkaitan dengan hal tersebut, melalui Operasi Modifikasi Cuaca dan Operasi Pembasahan Lahan Gambut yang akan dilakukan di wilayah Sumatera Selatan, semoga bisa sebagai langkah awal untuk pencegahan secara dini apabila kemungkinan terjadi kebakaran hutan dan lahan dibeberapa wilayah tertentu di Sumatera Selatan.

Pelaksanaan OMC tahap pertama ini berlangsung selama 10 hari dari tanggal 4 – 13 Juli 2024. OMC adalah teknologi hujan buatan dengan membuat hujan dari bibit-bibit awan yang memiliki kandungan air yang cukup. Hujan buatan dibuat dengan menaburkan banyak garam khusus yang halus dan dicampur bibit atau seeding┬áke awan agar mempercepat terbentuknya awan jenuh yang diharapkan menghasilkan hujan. Bahan semai berupa garam (NaCI) sejumlah 8 ton dimana target setiap hari sebanyak 2 (dua) sortie dengan wilayah dibeberapa kabupaten / kota yang memiliki lahan gambut yang cukup luas dan berpotensi karhutla seperti Kabupaten OKI, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Ogan Ilir.

Plt. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Dr. Tri Handoko Seto, S.Si., M.Sc menyampaikan dikarenakan untuk wilayah Sumatera Selatan saat ini secara meteorologi masih ada peluang adanya awan – awan hujan yang memiliki potensi untuk dilakukan penyemaian garam melalui kegiatan OMC, sehingga kegiatan ini menjadi kontribusi nyata terhadap pengendalian bencana karhutla dengan prinsip langit biru tanpa kabut asap.

Target lokasi pembasahan lahan gambut melalui kegiatan OMC berada dilokasi yang terjadi aktifitas bakar ulang dan titik hotspot, dimana kunci dari pencegahan karhutla adalah memastikan kandungan jumlah air di lahan gambut sehingga mampu mempertahankan level ketinggian permukaan minimal 40 cm dari permukaan tanah. Di hari pertama ini kegiatan OMC Sumatera Selatan telah melakukan penyemaian 2 x dengan bahan semai garam (NaCl) sebanyak 800 kg setiap sortie nya dengan target wilayah penyemaian di kabupaten OKI dan Banyuasin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com